Buku KIA dan cara mengisinya, menurut Kemenkes sendiri.
Banyak orang menyebutnya buku pink ibu hamil, sedangkan Kementerian Kesehatan RI menamainya Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak); kata buku pink tidak dipakai di satu pun sumber di halaman ini. Berikut apa kata Kemenkes tentang manfaat Buku KIA, siapa yang mendapatkannya, cara mengisinya, letak jadwal imunisasi, dan PDF-nya. Setiap kutipan tertulis persis seperti aslinya, lengkap dengan tautan ke sumbernya.
Apa itu Buku KIA, apa manfaatnya, dan siapa yang mendapatkannya?
Halaman Buku KIA di situs Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, situs Ayo Sehat, dan sebuah berita Kemenkes menjelaskan untuk apa buku ini. Halaman Direktorat Jenderal itu juga menyebut siapa yang mendapatkannya, termasuk pada kehamilan kembar.
“Buku KIA membantu Ibu memantau kondisi kehamilan dan kesehatan bayi dan balita.” Kementerian Kesehatan RI
“Buku KIA merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap ibu hamil untuk memantau kesehatan ibu, bayi dan anak sampai usia 6 tahun.” Kementerian Kesehatan RI
“Buku KIA merupakan panduan bagi keluarga dan penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi awal masalah kesehatan selama masa kehamilan dan masa kanak-kanak.” Kementerian Kesehatan RI
“Setiap ibu mendapat 1 (satu) Buku KIA untuk kehamilan tunggal dan tambahan satu buku KIA lagi untuk anak yang lain pada kehamilan kembar.” Kementerian Kesehatan RI
Buku KIA dibawa ke mana dan dipakai sampai kapan?
Sampul depan Buku KIA cetakan 2024 dan halaman Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas menyebut ke mana buku ini dibawa. Sampul itu juga menyebut sampai kapan buku ini dipakai. Dua kutipan terakhir berasal dari daftar untuk ibu dan keluarga, serta dari bagian pola asuh bayi di dalam buku.
“Bawa buku ini setiap kali mengunjungi Posyandu, fasilitas kesehatan, kelas ibu, BKB dan PAUD. Gunakan dari masa kehamilan sampai anak berumur 6 tahun.” Kementerian Kesehatan RI
“Selalu bawa Buku KIA ketika berkunjung ke Posyandu, Kelas ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya.” Kementerian Kesehatan RI
“Datang ke Posyandu dan Puskesmas/Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk mendapat pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang.” Kementerian Kesehatan RI
“Bawa anak ke Posyandu/Fasilitas Kesehatan setiap bulan untuk memantau pertumbuhan, perkembangan (sesuai jadwal), pelayanan imunisasi, vitamin A dan obat cacing.” Kementerian Kesehatan RI
Cara mengisi Buku KIA: bagian kuning untuk ibu dan keluarga
Halaman “Tentang Buku KIA” di cetakan 2024 memuat daftar untuk ibu dan keluarga, termasuk bagian berwarna kuning yang mereka isi sendiri, dan di kotak yang sama ada daftar lembar yang harus diisi untuk anak; tidak semua lembar itu diisi keluarga, sebagian diisi tenaga kesehatan. Lembar pemantauan harian bayi baru lahir bertanda “Diisi oleh ibu”; daftar kondisi yang dicentang di lembar itu tidak disalin di sini. Kutipan terakhir, tentang peran ayah, berasal dari daftar yang sama.
“Baca dan pahami isi Buku KIA.” Kementerian Kesehatan RI
“Perhatikan dan isi pemantauan kesehatan secara mandiri pada bagian yang berwarna kuning.” Kementerian Kesehatan RI
“LEMBAR YANG HARUS DIISI UNTUK ANAK HALAMAN 40, 42-45, 46-47, 50, 52-55, 61-63, 66-69, 74-77, 79, 81-83, 111, 151-152.” Kementerian Kesehatan RI
“Lembar Pemantauan Harian Bayi Umur 0 - 28 Hari (Diisi oleh ibu)” Kementerian Kesehatan RI
“Ayah turut mendukung ibu dalam memahami dan melakukan hal-hal di dalam buku ini.” Kementerian Kesehatan RI
Bagian yang diisi kader dan tenaga kesehatan
Kutipan pertama di bawah ini berasal dari halaman pembuka bagian “Pengukuran & Pencatatan oleh Tenaga Kesehatan” di cetakan 2024. Pada salah satu tabel pencatatan anak, petunjuk “Cara Mengisi” membagi tugas: kolom kuning diisi ibu, kader, atau guru PAUD, dan kolom hijau diisi petugas kesehatan. Halaman “Tentang Buku KIA” menyebut bagaimana kader dan tenaga kesehatan membantu ibu.
“Tabel dan grafik yang ada di sini mencatat setiap pemeriksaan yang dilakukan, baik oleh kader maupun tenaga kesehatan, disertai dengan edukasi tentang hal-hal yang dipantau di bagian depan. Pastikan semua pencatatan dilakukan dengan cermat demi mewujudkan ibu dan anak yang sehat.” Kementerian Kesehatan RI
“Ibu/kader/guru PAUD mengisi kolom kuning dengan L (lengkap)/TL (tidak lengkap).” Kementerian Kesehatan RI
“Petugas kesehatan mengisi kolom hijau dengan tanda ✔ (centang).” Kementerian Kesehatan RI
“Kader dan tenaga kesehatan membantu ibu untuk memahami isi dan cara penggunaan Buku KIA.” Kementerian Kesehatan RI
Grafik pertumbuhan dan KMS: siapa yang mengisi dan cara membacanya
Semua kutipan di bagian ini berasal dari Buku KIA cetakan 2024. Kutipan pertama berasal dari daftar “Yang Harus Dilakukan” untuk bayi. Sisanya tercetak pada KMS (Kartu Menuju Sehat) dan, yang terakhir, pada grafik berat badan menurut umur, di bagian “Pengukuran & Pencatatan oleh Tenaga Kesehatan”. Menurut kartunya sendiri, KMS diisi oleh kader dengan didampingi tenaga kesehatan. Di sana juga tertulis arti “Naik” (N) dan “Tidak Naik” (T), kapan anak dirujuk dan siapa yang merujuk, dan tugas petugas kesehatan.
“Timbang berat badan, ukur panjang badan dan cek perkembangan bayi tiap bulan di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya.” Kementerian Kesehatan RI
“Pengisian oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan” Kementerian Kesehatan RI
“Timbanglah anak Anda setiap bulan. Anak sehat, tambah umur, tambah berat, tambah pandai.” Kementerian Kesehatan RI
“Naik (N) Grafik BB mengikuti garis pertumbuhan atau kenaikan BB sama dengan KBM (Kenaikan BB paling sedikit) atau lebih” Kementerian Kesehatan RI
“Tidak Naik (T) Grafik BB mendatar atau menurun memotong garis pertumbuhan di bawahnya atau kenaikan BB kurang dari KBM.” Kementerian Kesehatan RI
“Rujuk bila berat badan anak tidak naik (T) atau di bawah garis merah atau di atas garis orange.” Kementerian Kesehatan RI
“Kader kesehatan melalukan ploting hasil penimbangan, KIE kepada ibu dan rujukan ke petugas kesehatan.” Kementerian Kesehatan RI
“Petugas kesehatan memastikan ploting hasil penimbangan dan menatalaksana segera sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.” Kementerian Kesehatan RI
“Orang tua dan kader kesehatan memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai umur” Kementerian Kesehatan RI
Jika ada tanda bahaya pada bayi baru lahir
Daftar tanda bahayanya ada di Buku KIA cetakan 2024, di bagian bayi baru lahir, tempat kedua kutipan ini berasal; halaman ini tidak menyalin daftarnya.
“Cek kesehatan bayi dan kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir. Jika ada tanda bahaya, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.” Kementerian Kesehatan RI
“Jika bayi mengalami tanda bahaya, segera periksa ke bidan/dokter/perawat.” Kementerian Kesehatan RI
Jadwal imunisasi di Buku KIA: di halaman mana?
Di Buku KIA cetakan 2024, jadwalnya ada dengan judul seperti kutipan pertama, dan daftar “Yang Harus Dilakukan” untuk bayi menunjuk ke halamannya, seperti kutipan kedua. Halaman ini tidak menyalin jadwalnya.
“Imunisasi Dasar Bayi dan Baduta” Kementerian Kesehatan RI
“Dapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai usia (lihat halaman 124).” Kementerian Kesehatan RI
Bayi kecil: Buku KIA Khusus Bayi Kecil
Dari bagian perawatan bayi baru lahir di Buku KIA cetakan 2024:
“Jika berat lahir <2500 gram atau usia kehamilan ≤ 37 minggu, bayi menggunakan Buku KIA Khusus Bayi Kecil.” Kementerian Kesehatan RI
Buku KIA PDF: cetakan 2024 dan cetakan 2025
Tautan unduh di halaman Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas mengarah ke PDF cetakan 2024, sumber sebagian besar kutipan di halaman ini. Halaman Ayo Sehat menautkan PDF yang lebih baru di antara keduanya, cetakan 2025, seperti tercetak di dalam PDF itu sendiri; sebagian kalimat yang dikutip dari cetakan 2024 ditulis berbeda di cetakan 2025. Tautan ke kedua PDF ada di daftar sumber.
“Berikut adalah file Buku KIA yang dapat anda unduh dalam format PDF.” Kementerian Kesehatan RI
“Cetakan Tahun 2025” Kementerian Kesehatan RI
Di rumah, di antara kunjungan, catat berdua di ponsel.
Bundle of Joy mencatat menyusu, popok, dan berat badan dari ponsel Anda dan ponsel pasangan Anda. Menyusu dan popok terakhir langsung tampil saat aplikasi dibuka. Catat hasil timbang dari Posyandu, dan beratnya tampil di grafik pertumbuhan WHO di aplikasi, lengkap dengan persentilnya. Laporan dokter anak bisa dicetak sebagai PDF.
Aplikasi grafik pertumbuhan · Kalkulator kurva pertumbuhan WHO · Laporan dokter anak
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI: Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ()
- Kementerian Kesehatan RI: Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) ()
- Kementerian Kesehatan RI: Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak, Buku KIA Wajib Dimiliki Keluarga ()
- Kementerian Kesehatan RI: Buku Kesehatan Ibu dan Anak, 2024 ()
- Kementerian Kesehatan RI: Buku Kesehatan Ibu dan Anak, 2025 ()
Setiap kutipan di halaman ini dicocokkan dengan sumbernya pada . Bukan nasihat medis. Untuk pertanyaan tentang bayi Anda, konsultasikan dengan bidan, dokter, atau tenaga kesehatan di Puskesmas.
Mau ke bidan atau dokter anak? Laporannya siap dicetak.
Menyusu, popok, dan berat badan yang Anda berdua catat, dalam PDF.